Saturday, October 15, 2011

The Cars

Ada-ada aja cara anak-anak mengusir rasa jenuh dalam perjalanan.

Maka jangan heran jika di dalam mobil berisi banyak maenan, dari yang elektronik sampai pada jenis mekanik. PSP, robot-robotan, alat tulis, mobil-mobilan, boneka dan lain sebagainya.


Tidak masalah sebetulnya, namun saat harus ke bengkel, biasanya bengkel meminta kita mengosongkan semua barang-barang pribadi. Dan mainan itu termasuk barang-barang pribadi. Maka sekeranjang plastik tidaklah cukup.


Baru-baru ini, Jasmine menemukan maenan baru untuk di maenkan di mobil. Entah apa nama yang pantas untuk maenan ini, tapi kami menyebutnya balon sabun. Ya sejenis balon yang dihasilkan dari meniup campuran air dan sabun.

Kalau harus ditiup di dalam mobil, Jasmine tahu resikonya. Jok basah itu minimum, maksimumnya jok jadi basah dan kotor. Tidak hilang akal, mainan tetap naik mobil, sabar sebentar dengan menyimpan rapi di dalam kantong sebelah belakang jok, dan begitu sampai tujuan, sambil menunggu urusan saya selesai, ia memainkannya.

Ia buka satu jendela yang searah angin maka....piiiuuuhhh...balon-balon pun berterbangan menjauhinya. Cerdas, dengan begitu balon-balon yang tercipta terbang menjauhi mobil, main jalan dan mobil pun tetap bersih.

Sebetulnya saya tidak terlalu rewel dan keberatan jika mobil dipakai untuk hal-hal yang berpotensi kotor, seperti mainan, makan, minum dan makan es krim sekalipun. Sepanjang itu washable, dan sebisa mungkin tidak jatuh mengotori oke-oke aja. Yang belum bisa saya terima adalah orang merokok di dalam mobil. Untungnya saya sendiri nggak ngerokok.

Thursday, September 29, 2011

Teenage

Berdasarkan kamus masa usia dalam klasifikasi teen-age adalah 13 hingga 19, jadi pas banget kalo saya kasih judul postingan ini Teen-age, karena isinya akan berisi tentang pertemuan kembali dengan teman-teman di usia 13 hingga 15 tahun, ya! masa SMP.


Beberapa bulan yang lalu, baik sengaja atau tidak sengaja saya "dipertemukan kembali" dengan beberapa teman SMP. Tidak banyak memang baru beberapa puluh saja, dibandingkan dengan total kelas dalam satu angkatan saat itu yang mencapai 11 kelas. Dan kalau masing-masing kelas ada 40 siswa saja, artinya ada 11 x 40 = 440 siswa dalam angkatan. Dan saat ini yang bisa terhubung kembali baru 10%-nya.

Menurut saya udah bagus banget, bayangkan tahun 1990 kami berpisah, dan saat ini 2011 kami bisa "dipertemukan kembali", artinya butuh waktu 21 tahun untuk terhubung kembali. Memang ada beberapa teman yang kemudian tetep bersama paling tidak 3 tahun berikutnya karena SMA nya sama.

Bukan tidak ada keinginan untuk bertemu lebih cepat dari itu, namun teknologi saat itu belum bisa menghubungkan kami yang saling berjauhan jarak. Saat teknologi komunikasi masal masih berkutat di Mailing Group, pernah saya membuat group, tapi belum berhasil menarik banyak peminat untuk bergabung dalam kerangka satu sekolah, apalgi satu angkatan.

Mailing Groups meredup. Kemudian muncul era Facebook, setiap orang menggunakannya, dengan akses sangat mudah. Dan Alhamdulillah, terhubung beberapa teman. Di mulai dari teman satu sekolah, hingga kemudian mengelompokan diri, terdiri dari teman satu angkatan.

Kerja keras memang untuk kembali sekedar mengingat nama teman dan wajahnya sekaligus. Tapi dahsyatnya, begitu kita ingat maka terhamparlah dengan jelas kenangan apa saja yang pernah terjadi saat itu. terlalu berlebihan kalau saya bilang saya mengingat semuanya. Tapi sedikit saja bisa membuat kami jadi akrab.


Buat pembaca yang kebetulan satu angkatan dengan saya di SMP dimohon kesediaanya untuk bergabung di Facebook Group dengan nama SMPN 1 Sindanglaut Cirebon - Lulusan 1990, ditunggu.

Sunday, January 2, 2011

Happy New Year MMXI


Happy New Year MMXI. Selamat Tahun Baru 2011. Buat yang merayakannya :)

Resolusi 2010 tentang qatarinformationguide.com sebagai kendaraan saya untuk memasuki internet marketing, bisa saya katakan gagal dengan berbagai alasan.

Tahun 2011, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan berkenaan dengan sebuat kata yang berkonotasi aktivitas B I S N I S.

Gugup juga memulainya, gugupnya persis sama ketika memasuki dunia kerja baru, mudah-mudahan masa gugup itu hanya berlaku di minggu-minggu awal perintisan bisnis.

Segitu dulu, doakan saya bisa sukses di dua dunia, dunia pekerjaan saat ini dan dunia bisnis kelak di Indonesia, Amiin.

Friday, October 22, 2010

Berfoto Bersama Orang Terkenal

Sungguh bukan sebuah ketidaksengajaan kalau saya membuat judul yang panjang sepanjang-panjangnya. Konsekuensinya bisa saja judul ini akan menjadi dua baris saat dilihat di halaman blognya. Dan ternyata benar, judul entry ini sebelumnya saya kasih nama "Berfoto Bersama Orang Yang Dikenal Banyak Orang" panjang kan? dan saat saya preview memang jadinya dua baris, tapi tidak seperti yang saya harapkan karena hanya kata "Orang" yang terakhir yang ada di baris ke dua. Padahal pengennya saya paling nggak baris kedua adalah "Yang Dikenal Banyak Orang". Makanya saya ganti yang lebih singkat seperti yang sekarang berlaku.

Itu tentang judul. Sekarang tentang isi. Beberapa waktu yang lalu saya sempat berfoto dengan beberapa orang yang dikenal banyak orang. Kedengerannya koq kurang praktis ya istilah ini? Enaknya kita jadiin "Selebriti" aja kali ya, walaupun mungkin nggak semuanya selebritis dalam artian penyanyi atau bintang film. Beberapa selebritis yang pernah pengen foto dengan saya adalah (padahal kan kalimatnya harusnya, "Beberapa selebritis yang pernah saya ingin berfoto dengannya adalah...) biar gaya aja kedengerannya, walau pun itu pasti gak mungkiiiiiiiiin, sekali lagi...adalah AA Gym, Pak Didin Hafidudin, dan beberapa lainnya dalam kesempatan mereka berkunjung ke Doha. Kalau Sarah Sechan belum...dan walaupun Pak SBY pernah ke Doha saya tidak bisa mendekat dan berfoto dengannya :-(



Dan di atas adalah yang terjadi seminggu yang lalu. Beliau adalah Bp. Purdie E. Chandra, sebagian besar pembaca pasti sudah tahu, beliau adalah pendiri group Primagama. Kebetulan Jumat dan sabtu kemarin (15-16 Oktober 2010) Pak Purdi ke Doha, ngisi acara Entrepreneur University (EU) di Doha. Dan saya masuk dalam angkatan ke dua EU Qatar.

Sungguh istimewa bisa hadir dalam acara ini, sebagai sosok pribadi beliau (dalam kesan pertama) sangat akrab. Dalam hal penjelasan materi, cukup sederhana (atau disederhanakan) sehingga tidak terlalu masuk kedalam segala penjelasan teknis bisnis pada umumnya seperti perkuliahan. Dibalik kesederhanaan penjelasan itu, beliau menawarkan kesempatan bisnis bersama (dalam group Primagama) dan dukungan teknis lainnya.

Dalam dua hari, saya melihat (sebelumnya hanya lewat video) sosok yang sangat potensial dan menyenangkan dari seorang pendiri group Primagama. Beliau menjelaskan banyak hal tentang potensi bisnis pendidikan, perbankan, rekrutmen SDM dan terpenting adalah menyederhanakan berbagai urusan. Saya yakin seandainya diminta menjelaskan aspek bisnis secara lengkap seperti perkuliahan, Pak Purdi juga bisa, tapi tidak...Pak Purdi sepertinya tidak ingin masuk ke dalam hal yang "rumit" itu. Beliau (sekali lagi) sedang menyederhanakan proses menjadi pengusaha, dan mencoba menawarkan jawaban atas pertanyaan "dari mana harus melangkah untuk memulai bisnis".



Dan selebriti yang kedua adalah Bp. Abdurrachim. Saya sebetulnya gak terlalu yakin beliau mau disebut selebriti. Dan dalam pandangan saya pun beliau bukan selebriti (karena belum se-terkenal Pak Purdie. Pak Rachim (panggilannya) ini, kebagian tugas menjelaskan salah satu bimbingan belajar matematika Primagama Quantum Kids yang merupakan salah satu turunan dari lembaga pendidikan di bawah group Primagama. Penjelasan detail tentang Quantum Kids sebagai Franchise/Business Oportunity membuat sesuatu yang sebelumnya samar-samar menjadi sangat jelas. Tentang history, potensi, dan teknis pelaksanaan harian operasional Quantum Kids.

Dari dua orang tersebut dan dari pertemuan dua hari tersebut banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Ada yang bisa dilakukan dalam waktu dekat dan beberapa bisa di lakukan untuk persiapan masa depan (kalau saya sebut pensiun, umur saya masih sangat muda masuk ke dalam range usia pensiun). 

Akhir dari entry ini, terima kasih untuk Pak Purdie dan Pak Rachim telah datang dan mengajarkan sesuatu secara sederhana dan menyenangkan dan pasti sangat berguna, Insya Allah dalam waktu dekat kita bisa bertemu lagi.

Sunday, October 17, 2010

Kangen Berkarya


Sepertinya susah untuk tidak memikirkan membangun sebuah bisnis. Sebenarnya beberapa tahun lalu saya sempat berhenti memikirkan hal ini. Konsentrasi pada pekerjaan dan lalu kembali dengan pola lama 30 : 30 : 30, artinya 30% untuk tabungan hari tua, 30% tabungan pendidikan anak dan 30% untuk investasi, tentu saja setelah dilakukan pengeluaran kebutuhan rutin bulanan.

Tapi akhir-akhir ini kembali muncul dipermukaan bahwa hanya menjadi seorang karyawan tanpa ada tambahan atau penghasilan pengganti di luar pekerjaan sangat berbahaya. Sama bahayanya jika punya bisnis, tapi hanya satu. Singkatnya satu hilang dan hilanglah semuanya, sementara kebutuhan pengeluaran tidak bisa dihilangkan.

Satu tahun terakhir ini beberapa sudah dicoba. Dengan alasan waktu yang fleksiel, saya mencoba afiliate marketing, tapi belum bisa menghasilkan penghasilan yang signifikan. Lalu beberapa minggu ini ada yang memperkenalkan bisnis e-bay, kalau ini belum sampai listing produk, tapi segala tahapan pendaftaran sudah selesai.

Dan....2 hari kemarin ada presentasi dari Pak Purdie E. Chandra atas produknya Primagama Quatum Kids. Wow...terus terang pesonanya sangat dahsyat. Dan pendapat ini bukan saya saja, teman-teman pun begitu. Dan beberapa tempat yang ditawarkan untuk kepemilikan Master Franchise laku hanya dalam jangka waktu penawaran 2 hari, yaitu Semarang, Purwokerto, Solo, Sulawesi bagian utara, Banjarmasin....dahsyat kekuatan nama Primagama ini.

Kembali ke pola 30:30:30, saya pemain yang sangat hati-hati. Bahkan untuk spending penghasilan sendiri pun (bukan utang) tidak berani menaikannya menjadi 50:50, atau 50% untuk saving dang 50% untuk investasi/bisnis.

Dalam fikiran saya, saya tidak mau terlalu gegabah spending sebelum tahu bahwa bisnis itu berjalan baik. Mudahnya sebelum penelusuran  menyeluruh terhadap perusahan yang akan diakuisisi atau dibeli lisensinya dilakukan. Saya lebih baik memebeli agak mahal tapi perusahaan itu sehat.

Bahkan kelak jika satu bisnis berjalan dan berkeinginan mengembangakan bisnis ke dua, pengennya pola 30:30:30 tetap saya terapkan, hanya 30% untuk investasi berikutnya.

Memang persoalannya utamanya adalah jawaban atas pernyataan "Kapan akan mulai?" Ya kapan saya bisa mulai. Dalam draft struktur perusahan, permodalan dan bidang usaha sudah mendapat gambaran. Dan saya pengennya pas buka nanti saya bisa nungguin paling tidak 2 bulan pertama, Kapan? Dimana? Nanti saya ceritakan lagi di sini. Sementara mohon doanya dari semua semoga target tercapai, Amiiin.